10 Sirkuit Balap Termegah di Dunia

Kamis, 21 Juli 2011
Posted by Masakan

Anda termasuk seorang biker kelas berat? Apakah anda juga tukang jalan-jalan alias backpacker? Wah, jika iya, tentunya harus punya nyali dan tentu dompet tebal untuk menyambangi atau berziarah di sepuluh sirkuit balap motor terbaik di dunia. Penuh cerita, kisah, dan sejarah, sepuluh sirkuit balap ini tersebar di benua Eropa, Asia, hingga di ujung selatan Afrika. So, grab your travelling bag, ransel, tiket pesawat dan juga paspormu untuk menjelajahi tempat-tempat “suci” bagi para pecinta motor balap dunia.

1. Laguna Seca
laguna-seca
Berada di luar mainland AS, sirkuit ini bisa disebut sebagai sirkuit terkenal di Amerika Utara. Menjadi tuan rumah bagi kontes adu balap seperti MotoGP, WSB, dan AMA racing. Laguna Seca didominasi oleh liukan legendarisnya, Corkscrew corner, turunan spiral menurun yang menyulitkan setiap kamera TV. Ruas lap hairpin Andretti di Laguna Seca menjadi rintangan unik bagi para pembalap. Sirkuit sepanjang 2.238 mile, 11 tikungan ini sendiri berlatarkan asri hijau taman hutan, dekat, California.

2. Brands Hatch
Brands Hatch
Terletak 20 mil dari London, Brands Hatch menjadi salah satu sirkuit favorit di Inggris. Sirkuit sepanjang 2.3, 9 tikungan ini melegenda ketika menjadi tuan rumah balapan WSB pada tahun 1990an, dimana 100,000 orang tumpah ruah menonton balapan di sirkuit ini.

3. TT Course
TTCourse
The Isle of Man adalah sebuah pulau unik yang terletak antara Inggris dan Irlandia, memiliki parlemen sendiri, hukum dan sistem pajak. Setelah krisis finansial dunia, pulau ini kebanyakan dihuni oleh para bankir dan pembalap motor - nah, kini hanya para pembalap saja yang masih tinggal. Sirkuit balap TT Course pertama kali dibuka pada tahun 1907, dan balapan masih dilakukan hingga saat ini namun dengan rute ruas jalan tertutup. Ini belum seluruh ruas jalanan lembah pedesaan, ruas jalan yang bergelombang dan tekstur yang indah, membuat pulau ini sebagai surga bagi para biker tergila sekalipun yang ingin bebas ngebut bebas polisi. Sirkuit modern TT Course sepanjang 37,5 mil, plus 200 tikungan siap untuk dilahap oleh siapapun.

4. Phillip Island
Phillip Island
Pulau dengan sirkuit balap ini terletak di di pesisir berbukit di pulau Philip, memberikan aura tersendiri bagi para pembalap dunia. Sepanjang 2.7 mil dengan 12 tikungan, termasuk tikungan menurun legendaris yang menegangkan, Lukey Heights. Menyaksikan para ksatria motor GP saling bertarung memperebutkan posisi merupakan momen balapan terbaik dan tak terlupakan.

5. Donington
donington
Donington Park salah satu sirkuit terpopuler di Inggris. Berada di tengah Inggris, dekat Leicester, sirkuit sepanjang 2.5-mile, 12 tikungan ini memiliki dua kelokan tajam yang terkenal, Redgate dan Craner Curves. Kontur sirkuit balapan yang sedikit curam, menjadikan setiap balapan MotoGP menjadi begitu serunya. Dan bagi para diehards motor balap di Inggris, Donington bak jantungnya olahraga Britania.


6. Mugello
circuito_mugello
Sirkuit ini terletak di pojok wilayah yang begitu indah, La Dolce Vita, di Florence. Mugello memiliki 15 tikungan dengan panjang 3.26. bermukim di perbukitan, dengan kontur tanah naik turun, dan memiliki trek lurus yang terpanjang. Bayangkan para biker MotoGP menggenjot motor hingga 200 mph-plus sebelum akhirnya rem mendadak ketika bertemu tikungan pertama menanjak.

7. Sepang
Sepang-aerial
Sirkuit Sepang memang proyek mercusuar pemerintah Malaysia. Sirkuit ini menjadi salah satu sirkuit kelas dunia yang mewah. Berjarak 3.44-mile, sirkuit ini sangat artistik dengan atap stadium seperti pohon palem, representasi kejayaan ekonomi negara tersebut.

8. Suzuka
Suzuka
Sirkuit satu ini kerap dianggap sebagai salah satu sirkut terberat di dunia. Didirikan pada tahun 1962 untuk pabrikan motor Honda. Begitu unik dengan delapan layout, trek sepanjang 3.6 mil yang saling memotong, plus 17 tikungan yang bervariasi. Begitu sulit dan kerasnya, sebuah peristiwa tragis memakan korban pembalap motor Daijiro Kato pada tahun 2003. Diputuskan MotoGP tak akan kembali ke sirkuit kejam ini, meski seri balap ketahanan Suzuka Eight-Hour tetap menghidupkan nama besar Suzuka.

9. Catalunya
Circuit de Calunya
Sirkuit Catalunya, berada di dekat Barcelona ini, benar-benar sirkuit lengkap. Seluruh infrastruktur dan fasilitas untuk menadi tuan rumah balapan mulai dari F1 sampai MotoGP, super lengkap. Treknya sepanjang 2.87 mile, lebar, dan penuh dengan belokan. 16 tikungan, termasuk tikungan tapal kuda terkenalnya. Trek lurusnya begitu panjang dan menjadi tempat seru mendengar deru mesin MotoGP digeber hingga 200 mph.

10. Kyalami
Kyalami
Sirkuit Kyalami yang terletak di Afrika Selatan, dahulu sering menjadi tuan rumah balapan MotoGP dan F1. Dibangun pada tahun 1961, sirkuit ini menjadi tuan rumah tetap untuk seri balap WSB. Kyalami betul-betul sirkuit ekstrem! Bayangkan sebuahsirkuit pada ketinggian 5000 kaki di atas laut. Saking ekstrem, sepuluh persen dari kekuatan mesin motor balapan bakal tergerus pelan-pelan.

Trek sirkuit dengan panjang 2.6-mil bergelombang, dengan 13 tikungan ini mungkin bukan termasuk sirkuit yang aman: Regis Laconi harus patah punggung setelah terjatuh saat melahap tikungan. Namun Kyalami tampak artistik sebagai sirkuitnya bangsa Afrika dimana di lintasannya dihiasi bangunan tradisional lokal bernama “bromas”. Peter Marr.

sumber

Legenda REOG PONOROGO dan WAROK

Posted by Masakan

reog151
Pertunjukan Reog Ponorogo © 2005 arie saksono

Salah satu ciri khas seni budaya Kabupaten Ponorogo Jawa Timur adalah kesenian Reog Ponorogo. Reog, sering diidentikkan dengan dunia hitam, preman atau jagoan serta tak lepas pula dari dunia mistis dan kekuatan supranatural. Reog mempertontonkan keperkasaan pembarong dalam mengangkat dadak merak seberat sekitar 50 kilogram dengan kekuatan gigitan gigi sepanjang pertunjukan berlangsung. Instrumen pengiringnya, kempul, ketuk, kenong, genggam, ketipung, angklung dan terutama salompret, menyuarakan nada slendro dan pelog yang memunculkan atmosfir mistis, unik, eksotis serta membangkitkan semangat. Satu group Reog biasanya terdiri dari seorang Warok Tua, sejumlah warok muda, pembarong dan penari Bujang Ganong dan Prabu Kelono Suwandono. Jumlah kelompok reog berkisar antara 20 hingga 30-an orang, peran utama berada pada tangan warok dan pembarongnya.

reog241
Pembarong dengan Dadak Merak © 2005 arie saksono

Seorang pembarong, harus memiliki kekuatan ekstra. Dia harus mempunyai kekuatan rahang yang baik, untuk menahan dengan gigitannya beban “Dadak Merak” yakni sebentuk kepala harimau dihiasi ratusan helai bulu-bulu burung merak setinggi dua meter yang beratnya bisa mencapai 50-an kilogram selama masa pertunjukan. Konon kekuatan gaib sering dipakai pembarong untuk menambah kekuatan ekstra ini, salah satunya dengan cara memakai susuk, di leher pembarong. Untuk menjadi pembarong tidak cukup hanya dengan tubuh yang kuat. Seorang pembarong pun harus dilengkapi dengan sesuatu yang disebut kalangan pembarong dengan wahyu yang diyakini para pembarong sebagai sesuatu yang amat penting dalam hidup mereka. Tanpa diberkati wahyu, tarian yang ditampilkan seorang pembarong tidak akan tampak luwes dan enak untuk ditonton. Namun demikian persepsi misitis pembarong kini digeser dan lebih banyak dilakukan dengan pendekatan rasional. Menurut seorang sesepuh Reog, Mbah Wo Kucing “Reog itu nggak perlu ndadi. Kalau ndadi itu ya namanya bukan reog, itu jathilan. Dalam reog, yang perlu kan keindahannya“.

Legenda Cerita Reog

Reog dimanfaatkan sebagai sarana mengumpulkan massa dan merupakan saluran komunikasi yang efektif bagi penguasa pada waktu itu. Ki Ageng Mirah kemudian membuat cerita legendaris mengenai Kerajaan Bantaranangin yang oleh sebagian besar masyarakat Ponorogo dipercaya sebagai sejarah. Adipati Batorokatong yang beragama Islam juga memanfaatkan barongan ini untuk menyebarkan agama Islam. Nama Singa Barongan kemudian diubah menjadi Reog, yang berasal dari kata Riyoqun, yang berarti khusnul khatimah yang bermakna walaupun sepanjang hidupnya bergelimang dosa, namun bila akhirnya sadar dan bertaqwa kepada Allah, maka surga jaminannya. Selanjutnya kesenian reog terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Kisah reog terus menyadur cerita ciptaan Ki Ageng Mirah yang diteruskan mulut ke mulut, dari generasi ke generasi.

Menurut legenda Reog atau Barongan bermula dari kisah Demang Ki Ageng Kutu Suryonggalan yang ingin menyindir Raja Majapahit, Prabu Brawijaya V. Sang Prabu pada waktu itu sering tidak memenuhi kewajibannya karena terlalu dipengaruhi dan dikendalikan oleh sang permaisuri. Oleh karena itu dibuatlah barongan yang terbuat dari kulit macan gembong (harimau Jawa) yang ditunggangi burung merak. Sang prabu dilambangkan sebagai harimau sedangkan merak yang menungganginya melambangkan sang permaisuri. Selain itu agar sindirannya tersebut aman, Ki Ageng melindunginya dengan pasukan terlatih yang diperkuat dengan jajaran para warok yang sakti mandraguna. Di masa kekuasaan Adipati Batorokatong yang memerintah Ponorogo sekitar 500 tahun lalu, reog mulai berkembang menjadi kesenian rakyat. Pendamping Adipati yang bernama Ki Ageng Mirah menggunakan reog untuk mengembangkan kekuasaannya.

Reog mengacu pada beberapa babad, Salah satunya adalah babad Kelana Sewandana. Babad Klana Sewandana yang konon merupakan pakem asli seni pertunjukan reog. Mirip kisah Bandung Bondowoso dalam legenda Lara Jongrang, Babad Klono Sewondono juga berkisah tentang cinta seorang raja, Sewondono dari Kerajaan Jenggala, yang hampir ditolak oleh Dewi Sanggalangit dari Kerajaan Kediri. Sang putri meminta Sewondono untuk memboyong seluruh isi hutan ke istana sebagai mas kawin. Demi memenuhi permintaan sang putri, Sewandono harus mengalahkan penunggu hutan, Singa Barong (dadak merak). Namun hal tersebut tentu saja tidak mudah. Para warok, prajurit, dan patih dari Jenggala pun menjadi korban. Bersenjatakan cemeti pusaka Samandiman, Sewondono turun sendiri ke gelanggang dan mengalahkan Singobarong. Pertunjukan reog digambarkan dengan tarian para prajurit yang tak cuma didominasi para pria tetapi juga wanita, gerak bringasan para warok, serta gagah dan gebyar kostum Sewandana, sang raja pencari cinta.

Versi lain dalam Reog Ponorogo mengambil kisah Panji. Ceritanya berkisar tentang perjalanan Prabu Kelana Sewandana mencari gadis pujaannya, ditemani prajurit berkuda dan patihnya yang setia, Pujangganong. Ketika pilihan sang prabu jatuh pada putri Kediri, Dewi Sanggalangit, sang dewi memberi syarat bahwa ia akan menerima cintanya apabila sang prabu bersedia menciptakan sebuah kesenian baru. Dari situ terciptalah Reog Ponorogo. Huruf-huruf reyog mewakili sebuah huruf depan kata-kata dalam tembang macapat Pocung yang berbunyi: Rasa kidung/ Ingwang sukma adiluhung/ Yang Widhi/ Olah kridaning Gusti/ Gelar gulung kersaning Kang Maha Kuasa. Unsur mistis merupakan kekuatan spiritual yang memberikan nafas pada kesenian Reog Ponorogo.

Warok

Warok sampai sekarang masih mendapat tempat sebagai sesepuh di masyarakatnya. Kedekatannya dengan dunia spiritual sering membuat seorang warok dimintai nasehatnya atas sebagai pegangan spiritual ataupun ketentraman hidup. Seorang warok konon harus menguasai apa yang disebut Reh Kamusankan Sejati, jalan kemanusiaan yang sejati.

reog231
Warok dalam pertunjukan Reog Ponorogo © 2005 arie saksono

Warok adalah pasukan yang bersandar pada kebenaran dalam pertarungan antara kebaikan dan kejahatan dalam cerita kesenian reog. Warok Tua adalah tokoh pengayom, sedangkan Warok Muda adalah warok yang masih dalam taraf menuntut ilmu. Hingga saat ini, Warok dipersepsikan sebagai tokoh yang pemerannya harus memiliki kekuatan gaib tertentu. Bahkan tidak sedikit cerita buruk seputar kehidupan warok. Warok adalah sosok dengan stereotip: memakai kolor, berpakaian hitam-hitam, memiliki kesaktian dan gemblakan.Menurut sesepuh warok, Kasni Gunopati atau yang dikenal Mbah Wo Kucing, warok bukanlah seorang yang takabur karena kekuatan yang dimilikinya. Warok adalah orang yang mempunyai tekad suci, siap memberikan tuntunan dan perlindungan tanpa pamrih. “Warok itu berasal dari kata wewarah. Warok adalah wong kang sugih wewarah. Artinya, seseorang menjadi warok karena mampu memberi petunjuk atau pengajaran kepada orang lain tentang hidup yang baik”.“Warok iku wong kang wus purna saka sakabehing laku, lan wus menep ing rasa” (Warok adalah orang yang sudah sempurna dalam laku hidupnya, dan sampai pada pengendapan batin).

Syarat menjadi Warok

Warok harus menjalankan laku. “Syaratnya, tubuh harus bersih karena akan diisi. Warok harus bisa mengekang segala hawa nafsu, menahan lapar dan haus, juga tidak bersentuhan dengan perempuan. Persyaratan lainnya, seorang calon warok harus menyediakan seekor ayam jago, kain mori 2,5 meter, tikar pandan, dan selamatan bersama. Setelah itu, calon warok akan ditempa dengan berbagai ilmu kanuragan dan ilmu kebatinan. Setelah dinyatakan menguasai ilmu tersebut, ia lalu dikukuhkan menjadi seorang warok sejati. Ia memperoleh senjata yang disebut kolor wasiat, serupa tali panjang berwarna putih, senjata andalan para warok. Warok sejati pada masa sekarang hanya menjadi legenda yang tersisa. Beberapa kelompok warok di daerah-daerah tertentu masih ada yang memegang teguh budaya mereka dan masih dipandang sebagai seseorang yang dituakan dan disegani, bahkan kadang para pejabat pemerintah selalu meminta restunya.

Gemblakan

Selain segala persyaratan yang harus dijalani oleh para warok tersebut, selanjutnya muncul disebut dengan Gemblakan. Dahulu warok dikenal mempunyai banyak gemblak, yaitu lelaki belasan tahun usia 12-15 tahun berparas tampan dan terawat yang dipelihara sebagai kelangenan, yang kadang lebih disayangi ketimbang istri dan anaknya. Memelihara gemblak adalah tradisi yang telah berakar kuat pada komunitas seniman reog. Bagi seorang warok hal tersebut adalah hal yang wajar dan diterima masyarakat. Konon sesama warok pernah beradu kesaktian untuk memperebutkan seorang gemblak idaman dan selain itu kadang terjadi pinjam meminjam gemblak. Biaya yang dikeluarkan warok untuk seorang gemblak tidak murah. Bila gemblak bersekolah maka warok yang memeliharanya harus membiayai keperluan sekolahnya di samping memberinya makan dan tempat tinggal. Sedangkan jika gemblak tidak bersekolah maka setiap tahun warok memberikannya seekor sapi. Dalam tradisi yang dibawa oleh Ki Ageng Suryongalam, kesaktian bisa diperoleh bila seorang warok rela tidak berhubungan seksual dengan perempuan. Hal itu konon merupakan sebuah keharusan yang berasal dari perintah sang guru untuk memperoleh kesaktian.

Kewajiban setiap warok untuk memelihara gemblak dipercaya agar bisa mempertahankan kesaktiannya. Selain itu ada kepercayaan kuat di kalangan warok, hubungan intim dengan perempuan biarpun dengan istri sendiri, bisa melunturkan seluruh kesaktian warok. Saling mengasihi, menyayangi dan berusaha menyenangkan merupakan ciri khas hubungan khusus antara gemblak dan waroknya. Praktik gemblakan di kalangan warok, diidentifikasi sebagai praktik homoseksual karena warok tak boleh mengumbar hawa nafsu kepada perempuan.

Saat ini memang sudah terjadi pergeseran dalam hubungannya dengan gemblakan. Di masa sekarang gemblak sulit ditemui.Tradisi memelihara gemblak, kini semakin luntur. Gemblak yang dahulu biasa berperan sebagai penari jatilan (kuda lumping), kini perannya digantikan oleh remaja putri. Padahal dahulu kesenian ini ditampilkan tanpa seorang wanita pun.

Reog di masa sekarang

Seniman Reog Ponorogo lulusan sekolah-sekolah seni turut memberikan sentuhan pada perkembangan tari reog ponorogo. Mahasiswa sekolah seni memperkenalkan estetika seni panggung dan gerakan-gerakan koreografis, maka jadilah reog ponorogo dengan format festival seperti sekarang. Ada alur cerita, urut-urutan siapa yang tampil lebih dulu, yaitu Warok, kemudian jatilan, Bujangganong, Klana Sewandana, barulah Barongan atau Dadak Merak di bagian akhir. Saat salah satu unsur tersebut beraksi, unsur lain ikut bergerak atau menari meski tidak menonjol. Beberapa tahun yang lalu Yayasan Reog Ponorogo memprakarsai berdirinya Paguyuban Reog Nusantara yang anggotanya terdiri atas grup-grup reog dari berbagai daerah di Indonesia yang pernah ambil bagian dalam Festival Reog Nasional. Reog ponorogo menjadi sangat terbuka akan pengayaan dan perubahan ragam geraknya


sumber