Kebiasaan Minum Susu Memengaruhi Tinggi Badan
Jumat, 08 Februari 2008Banyak bangsa di dunia, terutama Eropa, kebiasaan minum susu dilakukan setiap sarapan pagi. Kebiasaan minum susu dan kandungan gizi yang tinggi yang terdapat dalam susu, menyebabkan tinggi rata-rata orang Eropa melebihi tinggi orang Asia kebanyakan.
Susu sapi diperkirakan baru dikenal oleh bangsa Indonesia pada zaman penjajahan Belanda pada Abad ke-18.
Kendati begitu, hingga saat ini tingkat kesadaran masyarakat Indonesia untuk mengonsumsi susu masih rendah sekali. Sebuah data menyebutkan, pada 2006 tercatat jumlah konsumsi susu masyarakat Indonesia hanya 7,7 liter per kapita/tahun atau lebih rendah ketimbang sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara (Asean).
Menurut dr Natalia Emmy MS SpGK, dokter gizi dari RSPAD Gatot Subroto Jakarta dalam festival susu yang diselenggarakan Tetra Pak Indonesia di Jakarta, akhir pekan lalu, konsumsi susu masyarakat India tahun 2006 mencapai 44,9 liter per kapita/tahun, Malaysia 25 liter per kapita/tahun, Thailand 25,1 liter per kapita/tahun, Singapura 20,8 liter per kapita/tahun, Filipina 11 liter per kapita/tahun, serta Vietnam 8,5 liter per kapita/tahun.
dr Natalia mengungkapkan adanya anggapan bahwa susu mahal, menaikkan berat badan, menyebabkan darah tinggi, atau menyebabkan kolesterol, cenderung membuat seseorang enggan untuk mengonsumsi susu.
Padahal, menurut dia, Food and Drug Administration (FDA) yakni BPOM-nya Amerika Serikat pada 1993 mengeluarkan pernyataan resmi, bahwa susu sangat bermanfaat untuk mencegah osteoporosis, mengurangi risiko kanker, menurunkan risiko darah tinggi, serta menunda penuaan sekaligus dapat mengecilkan pori-pori di wajah.
Ricky Soebagdja, atlet badminton peraih medali emas Olimpiade 1996 yang menjadi Duta Kampanye Minum Susu menyerukan pentingnya masyarakat minum susu guna memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi untuk menunjang prestasi.
dr Natalia menjelaskan makronutrien susu meliputi kandungan energi sebesar 60 kalori, karbohidrat 4,52 gram, lemak sebanyak 3,25 gram, protein sejumlah 3,22 gram, serta air 88,32 gram.
Bentuk susu yang cair yang merupakan salah satu keunggulan susu dibandingkan dengan makanan bergizi lainnya, menjadikan vitamin dan mineral yang secara lengkap terdapat pada susu mudah diserap dengan sempurna oleh tubuh.
Susu sebagai sumber vitamin A berfungsi untuk memelihara bagian tertentu pada tubuh seperti epitel, mata, sistem kekebalan tubuh. Dampak kekurangan vitamin A itu sendiri akan mengakibatkan gangguan pada pertumbuhan, buta senja serta kulit kering.
Vitamin D yang juga terkandung di dalam susu, kata dr Natalia , berperan untuk mencegah rakhitis pada anak dan osteomalacia pada orang dewasa. “Susu juga mengandung vitamin B2 yang penting dalam metabolisme lemak, protein dan karbohidrat. Untuk menghindari bibir dan lidah pecah-pecah, serta dermatitis seboroik,” ujar dr Natalia.
Kandungan vitamin B12 pada susu yang berfungsi untuk pembentukan gen dan metabolisme folat, akan mencegah timbulnya anemia, kesemutan, dan glositis pada tubuh seseorang.
Sementara itu, upaya antisipasi terhadap osteoporosis dan kejang dapat pula dilakukan dengan mengonsumsi susu sebagai sumber vitamin penyusun tulang dan gigi, pembekuan darah, transmisi saraf, kontraksi otot, dan aktivasi enzim-enzim.
Susu yang merupakan sumber fosfor komponen tulang, gigi, membran sel dan pembentukan ATP, sangat bermanfaat guna mengatasi kelemahan otot serta gagal kardiorespirasi. Lebih lanjut dr Natalia mengatakan bahwa kekurangan susu yang di dalamnya terkandung yodium akan menyebabkan gondok, hipotiroid, dan kerdil. (izn)
Sumber: PdPersi
The Walking Diet - Istilah apa itu?
Sabtu, 19 Januari 2008Saat ini telah ramai dikenal istilah “The Walking Diet”, yang artinya melakukan “diet” dengan cara berjalan kaki. Jika Anda ingin lebih lengkap dalam berdiet, sebenarnya Anda cukup mengatur pola makan sehat – tanpa diet yang gila-gilaan – dan dipadu dengan berjalan kaki 10.000 langkah perhari. Hal itu selain membakar kalori, juga mampu memperbaiki sistem metabolisme tubuh.
Jalan kaki dan diet
Hampir setiap aktivitas fisik yang kita lakukan memang bisa membakar kalori, namun seberapa banyak kalori yang terbakar? Dibandingkan dengan olahraga penuh, ternyata berjalan kaki mampu membakar kalori dalam jumlah yang cukup besar. Pada wanita usia 40 tahun dengan gaya hidup atau aktivitas fisik yang sedang, berjalan kaki dengan kecepatan 2 mil perjam (kira-kira setara dengan 70 langkah permenit) selama 30 menit dapat membakar kalori sampai 79.1 kkal, sedangkan dengan kecepatan 4 mil perjam (kira-kira setara dengan 140 langkah permenit) selama 30 menit dapat membakar kalori sampai 184.1 kkal. Pada pria usia 40 tahun dengan gaya hidup atau aktivitas fisik yang sedang, berjalan kaki dengan kecepatan 2 mil perjam selama 30 menit dapat membakar kalori sampai 64.9 kkal, dan dengan kecepatan 4 mil perjam selama 30 menit dapat membakar kalori sampai 186.7 kkal. Jika hal tersebut dilakukan rutin setiap hari, maka Anda dapat menghitung berapa jumlah kalori yang hilang saat Anda berjalan kaki.
Jalan kaki dan nyeri punggung
Mereka yang sedang menderita nyeri punggung atau sedang dalam masa penyembuhan akibat nyeri punggung disarankan untuk melakukan olahraga ringan seperti aerobik. Namun untuk beberapa kasus penderita nyeri punggung, kadang olahraga ringanpun tetap terasa nyeri sehingga mereka cenderung berhenti berolahraga.
Sebagai alternatifnya, maka kini disarankan untuk mengganti olahraga ringan dengan berjalan kaki. Jalan kaki dengan kecepatan rendah yang stabil dan seimbang justru akan menjaga dan meningkatkan kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari, sambil mengurangi kecenderungan timbulnya nyeri punggung di kemudian hari.
Sebelum berolahraga dengan cara jalan kaki, lakukanlah peregangan secara perlahan dan lembut untuk meregangkan otot dan sendi-sendi agar terbiasa dengan gerakan berjalan kaki. Namun ada baiknya sebelum melakukan peregangan, Anda terlebih dulu melakukan jalan ringan selama lima menit untuk pemanasan.
Karena berjalan kaki dapat melatih otot betis, paha, dan panggul, maka olahraga ini dapat meningkatkan stabilitas tulang belakang dan juga kondisi otot-otot penyangga sehingga postur tubuh yang tegak tetap terjaga. Selain itu, berjalan kaki juga dapat memperkuat tulang sehingga jika dilakukan secara rutin dapat membantu mencegah osteoporosis dan mengurangi nyeri osteoarthritis.
Jalan kaki dan diabetes
Diabetes Prevention Program pada tahun 2001 mempublikasikan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa berjalan kaki selama 30 menit dan lima kali seminggu, dibarengi dengan mengatur porsi makan, ternyata dapat mengurangi risiko terjadinya diabetes sampai 50% pada partisipan yang kelebihan bobot badan dan kadar gula darah yang tinggi. Mereka juga mengalami penurunan berat badan rata-rata 7.5 kg dalam setahun.
Rutin berjalan kaki memang sangat baik dilakukan bagi penderita diabetes karena bisa meningkatkan kemampuan tubuh untuk memproses gula sehingga tidak menumpuk berlebihan di dalam darah. Hasilnya, kadar gula dalam darah bisa turun sehingga bisa mengurangi risiko terhadap penyakit jantung dan ginjal.
Sebelum dan sesudah berjalan kaki, sebaiknya cek kadar gula darah Anda. Jika terlalu rendah, di bawah 100 mg/dl, Anda harus menambah asupan karbohidrat sekitar 15-30 gram. Jika terlalu tinggi, di atas 200 mg/dl, maka sebaiknya tunda dulu olahraga Anda sampai kadar gula darahnya turun. Penting bagi para diabetisi untuk selalu melakukan pengecekan kadar gula darah dengan interval yang rutin jika ingin mencoba berjalan kaki dengan jarak tempuh yang jauh.
Waktu yang paling baik untuk diabetisi melakukan olahraga jalan kaki adalah sekitar 1-2 jam setelah makan, saat insulin dan kadar gula darah mulai stabil. Paling disarankan jika dilakukan di pagi hari.
Untuk menghindari terjadinya penurunan kadar gula terlalu rendah saat berjalan kaki, sebaiknya bawalah makanan ringan yang mengandung karbohidrat. Setelah selesai berjalan kaki, Anda mungkin butuh asupan karbohidrat sedikit lebih banyak dari biasanya untuk mencegah terjadinya hipoglikemia. Yang terpenting saat Anda mencoba program ini adalah Anda harus ekstra hati-hati terhadap gejala-gejala yang mungkin terjadi, jangan terlalu memaksakan diri dan sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda.
Sumber : Infosehat
Agar Maag tidak sering kambuh
Jumat, 23 Februari 2007Saat sakit maag menyerang, ulu hati terasa nyeri. Langkah bijaksana yang dapat dilakukan adalah menghindari faktor pencetusnya yaitu dengan mengindari makanan-minuman sebagai berikut: alkohol, cafein(kopi) , minuman karbonasi (misal : coke), cokelat, buah berasa asam, juga jusnya, tomat dan saus tomat, makanan berbumbu tajam, pedas, produk susu tinggi lemak. Bagaimana jika sudah melakukan berbagai langkah diatas namun sakit maag tak juga reda? Cobalah konsumsi antasida yang dijual bebas untuk menetralkan asam lambung. Jika keluhan nyeri lambung belum juga reda meski sudah mnengkonsumsi antasida, segera kunjungi dokter!
Jika daftar makanan-minuman di atas berhasil Anda hindari ( minimal dikurangi) , segera ikuti dengan prubahan pola makan. Berikut beberapa kebiasaan yang bisa mengurangi kambuhnya penyakit maag :
Lima Langkah Menuju Langsing
Sabtu, 17 Februari 2007Berikut beberapa tips buat yang ingin memiliki tubuh langsing tapi enggan berhenti mengkonsumsi makanan kesukaan.
Pilih versi yang rendah kalori atau tetap mengkonsumsi makanan kesukaan dalam porsi yang lebih sedikt,
Bergabunglah di tim olahraga
Jangan hanya bergabung di pusat kebugaran. Di tim olahraga Anda bakal punya lebih banyak komitmen untuk tidak mengecewakan orang lain.
Berolahraga bersama teman-teman satu tim juga lebih menyenangkan dibanding menghabiskan waktu di gym seorang diri tidak kenal siapapun.
Usahakan olahraga selama 1 jam
Tubuh mulai membakar lemak paling tidak setelah 40 menit olahraga. Sebelum 40 menit, tubuh hanya membakar karbohidrat.
Tunggu Satu Jam
Khususnya setelah berlatih olahraga kardio, latihan fisik dengan intensitas tinggi akan meningkatkan metabolisme tubuh. Ambil kesempatan dengan menunda waktu makan untuk membakar lebih banyak lemak.
Bikin Komitmen hidup sehat jangka panjang
Komitmen jangka panjang jelas akan menghasilkan dibandingkan komitmen jangka pendek yang akan membawa Anda kembali ke kebiasaan buruk.
Sumber : Harian Wawasan