TIPS MENCUKUR BULU KAKI

Jumat, 21 Oktober 2005
Posted by Masakan

  1. Gunakan semacam shaving cream terlebih dahulu,
  2. Lalu setelah selesai mencukur, kompres kaki anda dengan handuk dingin yang sebelumnya direndam di dalam air es selama 2-3 menit untuk menghindari timbulnya luka-luka kecil

TIPS BY “WISH” Natural Skin Care (Boyke & Co.)( Sumber : “Beauty Encyclopedia”, Enigma Publishing, Yogyakarta, 2004 )

Atau untuk mengatasi kulit iritasi, perih sesudah bercukur dan terluka, bisa juga dengan cara :

  1. Seduhlah teh hijau selama beberapa saat hingga larut
  2. Lalu bekukan larutan teh hijau tersebut hingga menjadi es batu
  3. Oleskan perlahan pada bagian kulit yang terkena
  4. Utuk persediaan, seduh teh hijau yang telah dibekukan jika anda memerlukannya.

TIPS BY “WISH” Natural Skin Care (Boyke & Co.)( Sumber : “Cantik dengan Bahan Alami”, Surtiningsih, PT Elex Media Komputindo, Jakarta, 2005 )

11 Ramuan Pengusir Ketombe

Selasa, 18 Oktober 2005
Posted by Masakan

Siapa sih yang sanggup terus-terusan dinganggu ketombe, apalagi bila serangan gatalnya muncuk di depan umum. Kalau menggaruk kepala malu. Kalau dibiarkan, duh rasa gatalnya tak tertahankan. Ketombe memang bikin repot dan kesal, terlebih bila berbagai produk shampoo antiketombe telah dicoba namun tidak memberikan hasilnya memuaskan. Apa lagi yang bisa diperbuat?

Jangan berputus asa! Masih ada beberapa alternatif lain yang dapat ditempuh. Salah satunya terapi herbal. Siapa tahu dengan cara alami, ketombe di kepala Anda betul-betul sirna.

Sediakan santan kelapa sebanyak 100 ml, air buah jeruk purut 100 ml, dan air buah nanas 100 ml. Campur semua bahan, gunakan ramuan untuk membasahi kulit kepala sehabis keramas. Bila pada kulit kepala terdapat luka, olesan ramuan ini akan menimbulkan perih.

Sediakan setengah cangkir minyak wijen, setengah cangkir minyak kelapa, 3 lembar daun orang-aringm 3 lembar daun waru, 3 lembar daun mangkokan (Nothopanax scutellarium), 3 lembar daun pandan wangi, 2 butir kemiri, 1 kuntum bunga mawar, dan 7 kuntum bunga melati. rebus sampai mendidih air sebanyak dua liter pada panci. Panaskan minyak wijen dan minyak kelapa hingga mendidih pula, lalu masukkan campuran minyak ke dalam panci yang berisi 2 liter. Rebus hingga mendidih lagi. Kemudian masukkan semua bahan lainnya. Setengah 15 menir ramuan diangkat, disaring, dan didinginkan. Menjelang tidur malam, oleskan air ramuan pada kulit sampai rata sambil memijit kira-kira 10 menit. Lakukan secara teratur sampai ketombe hilang.

Ambil 3-4 siung bawang merah, kupas kulitnya, lalu diparut atau tumbuk sampai halus. Oleskan ramuan bawang merah pada bagian kulit kepala sambil gosok-gosok perlahan selama 5 menit. Bila rambut dengan air hangat sampai bersih. Lakukan perawatan ini satu kali seminggu. Jika rambut rontok, hentikan pemakaian bawang merah ini. Tandanya, rambut Anda tidak cocok dengan ramuan ini.

Sediakan 7 lembar daun pandan segar. Cuci bersih, lalu giling sampai halus. Tambahkan setengah cangkir air bersih sambil diremas-remas hingga merata. Peras dan saring. Oleskan aia perasan daun pandan ini ke kulit kepala yang berketombe. Biarkan sampai mengering kalau perlu oleskan sekali lagi. Sekitar 30-60 menit kemudian bila dengan air bersih, lakukan setiap hari sampai sembuh.

Sediakan kemiri secukupnya. Tumbuk sampai halus, lalu masuk hingga mengeluarkan minyak. Gosokkan minyak kemiri ke kulit kepala hingga meresap sampai ke pori-pori. Lalu bilas rambut dengan air bersih. Lakukan 3 kali seminggu.

Potong sebuah jeruk nipis menjadi 2-4 bagian. Gosok-gosokkan ke kulit kepala secara merata. Biarkan mengering beberapa lama. Kemudian bilas.

Cuci 2-3 lembar daun kecubung segar. Tumbuk sampai halus, gosokkan pada kulit kepala yang berketombe. Diamkan beberapa lama. Kemudian bilas.

Oleskan seperempat buah nanas masak. Kupas kulitnya, parut, lalu peras dan saring. Tambahkan perasan air 1 buah air jeruk nipis. Aduk sampai rata. Gunakan ramuan untuk menggosok kulit kepala yang berketombe. Lakukan malam hari sebelum tidur. Keramas rambut di keesokan paginya. Lakukan 2-3 kali seminggu.

Ambil segenggam daun ingu segar, 1 potong kunyit dan 1 sendok teh beras. Cuci bersih lalu giling sampai halus seperti bubur. Gosokkan pada kulit kepala yang mengalami ketombe.

Sediakan seikat sayur kangkung. Cuci bersih, lalu rebus dengan 2 gelas air hingga bersisa 1 gelas. Diamkan hingga dingin. Kemudian remas-remas tak perlu terlalu lumat. Gosokkan kangkung pada kluit kepala, diamkan sekitar 30 menit. Bilas dengan air rebusan kangkung. Selanjutnya bilas dengan air biasa.

Satu ikat kangkung segar direndam dengan 1 liter air semalaman sampai airnya berwarna biru. Gunakan air tersebut untuk keramas. Lakukan secara teratur sampai ketombe hilang.
Sumber: human health

Ramadhan, Awal Hidup Sehat

Minggu, 16 Oktober 2005
Posted by Masakan

"Berpuasalah agar engkau sehat," begitu sabda Nabi Muhammad SAW. Beliau juga mengajarkan cara berpuasa yang sehat. Kenyataannya kita malah terjebak dalam pola hidup yang tak sehat, seperti buka puasa terlalu kenyang, mengonsumsi makanan asin atau manis, terlalu banyak minum teh atau kopi, kurang tidur, dan tak olahraga.

Mari manfaatkan Ramadhan ini sebagai awal hidup sehat untuk seterusnya.

1. Berbukalah dengan kurma dan air putih
Jangan makan terlalu banyak, sebab hanya akan menyumbat di saluran pencernaan. Jangan lupa minum air putih hangat yang bersifat memurnikan tubuh yang telah melakukan detoksifikasi setelah seharian berpuasa.

2. Lakukan makan malam setelah salat magrib
Manfaatnya adalah memberu waktu bagi sel tubuh untuk menyerap air dan energi dari kurma dan air yang baru saja dikonsumsi.

3. Bikin buku harian makanan
Tanpa kita sadari, kita makan lebih banyak dan mewah di bulan puasa. Tak percaya? Buatlah catatan harian makanan apa saja yang masuk ke perut seharian. Anda akan kaget mendapati bahwa ANda makan lebih banyak dari yang ANda pikir.

4. Hindari makanan olahan
Pilih makanan alami, jangan makanan olahan yang kaya bahan pengawet dan pemanis. Makanan jenis ini merampok nutrisi tubuh. Selanjutnya tubuh akan mengirim sinyal untuk makan lebih banyak lagi karena merasa belum terpuaskan rasa laparnya.

5. Cukup tidur
Seringkali umat Islam tak cukup tidur di bulan Ramadan. Usahakan tidur cukup karena kurang tidur dapat menyebabkan stres tubuh. Selanjutnya stres itu akan memicu kita untuk makan lebih banyak.

6. Usahakan selalu makan sahur
Tak sahur memicu respon kelaparan, yang otomatis akan memperlambat metabolisme tubuh selama seharian penuh. Artinya, makanan yang ada dalam tubuh akan diproses lebih lama dari biasa. Ketika berbuka, proses pencernaan masih berjalan lambat. Berat badan Anda malah akan naik bila melewatkan sahur terus-menerus.

Sumber: Senior

Teh Herba Kendalikan Kencing Manis

Posted by Masakan

Pusat Studi obat bahan alam (PS - OBA) Departemen Farmasi, Universitas Indonesia, Agustus 2005 lalu mempublikasikan hasil penelitiannya tentang khasiat teh celup terhadap pengendalian gula darah pada penderita penyakit kencing manis (diabetes mellitus). Teh celup yang diramu khusus ini berupa campuran daun teh Camellia sinensis, mengkudu Morinda citrifolia, pare Momordica charantia dan Gymnema sylvester (sejenis tanaman merambat berkayu yang banyak tumbuh di hutan-hutan tropis, terutama di India bagian Selatan, lazim dimanfaatkan sebagai jamu pengontrol kadar gula darah). Penelitian dilakukan untuk membandingkan efektivitas teh celup tersebut dengan gilbenklamid, yaitu obat standar yang umum diresepkan dokter untuk mengendalikan diabetes.

Pemicu kencing manis adalah terganggunya kelenjar betapankreas, yang bertugas memproduksi hormon insulin. Akibatnya, produksi insulin menjadi terbatas. Karena jumlah insulin yang tersedia terbatas, tidak banyak gula dalam darah yang berasal dari makanan yang bisa diubah menjadi energi dan glikogen (simpanan gula darah). Akibatnya gula yang beredar dalam darah menjadi berlebihan, sehingga kadarnya melonjak.

Daun teh mengandung xantin dan polifenol, yang berperan mengatur kadar insulin dalam darah. Kandungan mangan-nya membantu pemecahan gula darah menjadi sumber energi siap pakai. Mengkudu membantu mereparasi kerusakan sel beta-pankreas, yang menjadi penyebab naiknya kadar gula darah. Kandungan proxeronin-nya membantu memperbaiki reseptor insulin. Pare mengandung kharantin dan polipeptida-P insulin, yang bekerja menyerupai insulin dan berkhasiat merangsang sel beta-pankreas dalam memproduksi insulin. Herba Gymnema sylvestre mengandung asam gimnemat, yang mampu merangsang sel beta-pankreas agar lebih aktif memproduksi insulin.

Dari hasil uji pre-klinis diketahui minum obat gilbenklamid menurunkan kadar gula darah 23,20 persen. Jika minum teh seduh tersebut, penurunan kadar gula darah bisa lebih efektif. Minum seduhan teh celup 1 kantong sehari, kdar gula dapat menyusut masing-masing 1 kantong menurunkan kadar gula darah paling baik, yakni 36,25 persen." Hal ini membuktikan bahwa obat herbal berupa teh, mengkudu, pare dan Gymnema sylvestre memiliki kemampuan sinergis lebih efektif dalam mengendalikann kadar gula darah dibandingkan dengan obat kimia glibenklamid dalam waktu lama," tandas Prof. DR. Sumali Wiryowidagdo, Apt., Ketua Pusat Studi Obat Bahan Alam, Departemen Farmasi UI.

Sumber: Majalah Nirmala

TIPS MENGATASI BEKAS CACAR AIR

Sabtu, 15 Oktober 2005
Posted by Masakan

1. 15 gram temulawak segar,
2. 3 ruas jari asam jawa yang telah dibuang bijinya,
3. Tumbuk kedua bahan tadi,
4. Tambahkan 1 sendok makan minyak kelapa,
5. Oleskan ramuan pd kulit yang terdapat bekas cacar air,
6. Lakukan secara teratur

TIPS BY “WISH” Natural Skin Care (Boyke & Co.)
( Sumber : “Cantik dengan Bahan Alami”, Surtiningsih, PT Elex Media Komputindo, Jakarta, 2005 )

Buka Puasa dan Sahur ala Food Combaining

Kamis, 13 Oktober 2005
Posted by Masakan

Berbeda dari pola makan di hari-hari biasa, pada bulan puasa waktu makan berlangsung sejak magrib (pk. 18.00) hingga imsak (pk. 04.00). Saat itu tubuh paling aktif menjalankan fungsi penyerapan zat-zat gizi dan melakukan reparasi sel. Hal ini berpengaruh terhadap pilihan dan ombinasi makanan. Karena dalam sehari kita tidak mungkin mendapatkan sekaligus menu pati dan menu protein (hewani), maka masing-masing disantap bergantian pada hari berbeda. Dengan demikian, tubuh akan mendapatkan, asupan gizi secara lengkap dan mencukupi.

Buka puasa seperti disunahkan Nabi Muhammad S.A.W, kurma dan segelas air putih adalah makanan terbaik untuk berbuka. Gula buah dalam kurma mudah diserap tubuh tanpa mengakibatkan lonjakan kadar gula darah. Pilihan lainnya adalah buah segar dan/atau jus buah segar. Kolak, cendol, es campur, kue lapis, dan kudapan lain yang banyak mengandung gula kurang disarankan, karena gulanya mengakibatkan lonjakan kadar gula darah dan dapat menekan nafsu makan.

Makan malam, menu dipilih selang-seling antara menu pati dan menu protein. Untuk meningkatkan asupan protein, perkaya menu pati dengan kacang-kacangan (kacang merah, kacang hijau, kacang tolo, kedelai) atau hasil olahannya (tempe, tahu, susu kedelai). Dalam menu protein sebaiknya hanya ada satu jenis bahan makanan hewani, agar pencernaan dan penyerapannya lebih efisien. Boleh memanfaatkan lebih dari satu, misalnya ikan dan telur, jika salah satu digunakan hanya sebagai pelengkap dan dalam jumlah terbatas.

Sahur, makanan yang sangat mudah dicerna paling cocok untuk sahur, terutama buah-buahan. Jika merasa masih kurang mantap, boleh ditambah dengan protein mudah dicerna yang mengandung lemak terbatas. Misalnya telur dadar dengan sayuran (omelet) atau yogurt rendah lemak (low fat yoghurt) pilih yang tanpa pemanis maupun pewarna sintetis.

Pilihan menu protein untuk buka puasa
Buka puasa: Es jeruk buah campur
Makan malam:
- Tahu Telur Kecap
- Ikan Masak Kemangi
- Pelengkap: Sayuran mentah. Boleh disantap sebagai salad, lalap, dan/atau jus (yang dibuat dengan juicer). COntoh kol, daun selada, selada air, tomat merah, mentimun, kemangi, seledri stik, kacang panjang.

Pilihan menu pati untuk makan malam
Buka puasa: Jus jeruk segar atau jus buah lainnya
Makan malam:
- Nasi beras merah
- Tumis Brokoli Saus Jeruk
- Tempe Bumbu Bali
- Tahu Sutera Kuah Jahe

Pilihan menu sahur
- Lassi Mangga
- Kacang-kacangan panggang, misalnya almon, kacang mete, walnut, brazil nut, pistachio

Sumber: Majalah Nirmala